Analisa Kadar Garam

pict source: pexels

Analisa kadar garam biasa dilakukan ke dalam sampel yang mengandung garam/ NaCl. Analisa ini bertujuan untuk mengetahu kadar kandungan garam pada suatu produk. Beberapa contoh kegiatan analisa ini dilakukan di industri makanan ringan dan ikan asin. 

Berikut merupakan alat, bahan dan tahap analisa kadar garam :

Alat: 

  1. Neraca analitik
  2. Spatula
  3. Kaca arloji
  4. Corong
  5. Labu ukur 200 mL
  6. erlenmeyer 100 mL
  7. Pipet volume 10 mL
  8. Pipet mikro 5 dan 10 mL
  9. Gelas beker 100 mL
  10. Botol Semprot 

Bahan: 

  1. Sampel (yang mengandung garam)
  2. Reagen AgNO3 0,1 N
  3. Indikator K2CrO4 4%
  4. Aquades

Tahap analisa:

  • timbang sampel ke gelas arloji 
2 g untuk sampel kadar garam <5%
1 g untuk sampel >5 sd 25%
0,5 g untuk sampel >25%

  • larutkan sampel dengan aquades ke dalam labu ukur 200 mL, tambahkan sampai garis miniskus
  • dikocok hingga larut sempurna
  • diambil larutan tersebut sebanyak 10 mL dengan pipet volume 
  • dimasukkan ke dalam erlenmeyer
  • ditambahkan dengan 2 tetes indikator K2CrO4 4%
  • dititrasi dengan larutan AgNO3 0,1 N sampai mencapai titik ekuivalen
  • dicatat volume larutan AgNO3 yang digunakan pada saat titrasi
  • dihitung kadar garam dengan rumus:
Kadar garam = ((Vol AgNO3 x N AgNO3 x BM NaCl x FP)/(berat sampel x 1000)) x 100%

note :

BM NaCl = 58,5

FP = Faktor pengenceran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar