sumber foto: dokumen pribadi

 MC Mudun Lemah

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

 الْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُولِهِ الْـمُصْطَفَى، وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى، أَمَّا بَعْدُ
 
yang kami hormati segenap keluarga besar Bapak.... dan Ibu.... selaku shohibul hajjah.
yang kami hormati ustadz/ah serta seluruh tamu undangan yang berbahagia

Alhamdulillahirobbilalamin, puji syukur mari kita panjatkan kepada Allah yang maha esa. Karena berkat rahmat dan inayah-Nya kita dapat berkumpul pada pagi hari ini dalam keadaan sehat wal afiyat.

Allahummasholli alaa sayyidina Muhammad, sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW. 

Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh keluarga, saudara, teman serta Bapak/Ibu tamu undangan pada acara pagi hari ini. Semoga kehadiran panjenengan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. 

Sebelum acara kita mulai perkenalkan nama saya ..... yang bertugas untuk memandu jalannya acara pada pagi hari ini. 

Para tamu undangan yang berbahagia, 
Pada pagi hari ini keluarga Bapak.... dan Ibu.... memiliki hajat untuk putri tercintanya, adek ......., yang pada kali ini mengadakan acara "Tedak Siten/Mudun Lemah".

Tedak siten merupakan rangkaian prosesi adat tradisional dari tanah jawa yang diselenggarakan pada saat anak pertama kali menginjakkan kaki ke tanah. 
Tedak artinya menginjak, sedangkan Siten artinya tanah. 
Tradisi ini biasanya dilakukan sebagai penghormatan kepada bumi, tempat anak belajar menginjakkan kaki ke tanah. Semoga yang telah dilakukan pada pagi hari ini dapat menjadi doa dan wasilah untuk mengajarkan anak tentang konsep kehidupan, kemandirian, tanggung jawab, tangguh dan dermawan. 

Terdapat beberapa rangkaian prosesi tedak siten pada hari ini. Dimana setiap prosesi yang dilakukan merupakan simbol dari doa dan harapan dari kedua orang tua untuk putri tercintanya. Semoga Allah mengabulkan doa dan harapan yang kami aminkan bersama hari ini. Amin

Untuk selanjutnya kita mulai dengan prosesi tedak siten dengan ucapan basmalah bersama-sama. 
Bismillahirrohmanirrohim, dengan menyebut nama Allah yang maha mengasih dan juga maha penyayang, kita mulai prosesi tedak siten. 

1. Membersihkan diri dengan bunga, harapannya semoga anak .... menjadi bersih, suci jiwa dan raganya dalam segala sesuatu dan dapat mebawa harum nama pribadi serta keluarga
2. Menapaki jenang tujuh warna, dari warna gelap menuju terang. Warna tersebut memiliki makna masing-masing. Dimulai dengan menapaki warna
  • Hitam : melambangkan kekuatan, kewibawaan, dan unggul derajat
  • Hjiau : melambangkan alam semesta, kesuburan dan kesuksesan
  • Biru : melambangkan langit, keluhuran, derajat dan pangkat yang tinggi
  • Merah : melambangkan keberanian, tekat, percaya diri
  • Merah muda : melambangkan menyatunya darah kedua orang tua dan juga kasih sayang
  • Kuning : melambangkan kehidupan yang sempurna, kekuatan dan kelmulyaan cita-cita
  • Putih : melambangkan titik terang, suci dan bersih, ketulusan, kejujuran dan keberhasilan
Kesatuan maknanya mengandung harapan agar anak ...... mampu mengarungi setiap kehidupan dengan arif dan bijaksana.  

3. Prosesi naik tangga. Tangga tradisional yang terbuat dari tebu arjuna. Prosesi ini melambangkan harapan agar dalam menjalani kehidupan semakin mengalami peningkatan dan mampu melewati halang rintang dalam menggapai cita-cita.
Tebu = antep ing kalbu, memiliki kemantapan hati dalam menjalani setiap langkah kehidupan. 
Adapun tangga tersebut ada tujuh tingkatan beserta maknanya masing-masing, yakni:
  • Pitulungan = pertolongan
  • Pituwas = gesangan manfaat
  • Piturun = memiliki keturunan yang baik
  • Pitukon = lelabuhan yang baik
  • Pitulus = keikhlasan atau ketulusan
  • Pitutur = selalu mendapatkan nasihat yang baik
  • Pituduh = mendapatkan petunjuk dari Allah SWT
Setelah melakukan naik tangga, selanjutnya dilakukan turun tangga yang artinya dalam kehidupan manusia ini seperti roda berputar, "cakra manggilingan". Dimana dengan adanya prosesi turun tangga ini diharapkan anak ..... nantinya dapat menemui munggah mudun kehidupan dengan lancar dan mendapat ridho Allah SWT. 
4. Berjalan diatas pasir
Kalau dalam bahawa jawa ini berarti ceker-ceker. Disitulah ananda mengais pasir dengan kakinya. Dengan harapan pada saat dewasa kelak ananda mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. 
5. Masuk ke dalam kurungan yang dihiasi oleh keindahan bunga-bunga segar. 
Di dalam kurungan tersebut telah di sediakan berbagai barang, seperti uang tunai,  alat make up, buku, tasbih, al-quran, mobil, stetoskop dan masih banyak lagi. Dengan instingnya ananda akan mengambil barang-barang yang ia sukai. Konon apa yang dia ambil dapat melambangkan profesi yang akan dijalani setelah dewasa nanti. 
Kurungan ini juga melambangkan bahwa dalam kehidupan pasti ada batasan atau norma-norma yang harus dipatuhi baik dari agama ataupun negara. 
6. Doa dan penutup yang akan dibawakan oleh Bunyai... 

Alhamdulillahirobbilalamin, prosesi tedak siten adik ...... telah berjalan dengan lancar. Semoga setiap doa dan harapan dari kedua orang tua dan juga keluarga besar shohibul hajjah dapat mengantarkan dan memberikan keberkahan serta keberhasilan ananda...... di masa depan. 

Akhir kata saya sebagai pembawa acara meminta maaf apabila terdapat salah kata pada saat memandu jalannya acara. 

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.  

MC Mudun Lemah by Faradis

by on Juni 30, 2022
sumber foto: dokumen pribadi  MC Mudun Lemah Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh   الْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ ...