(26/9) Komisi Dakwah Pengembangan Organisasi dan Informasi, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sidoarjo berhasil menyelenggarakan kegiatan "Dakwah Sharing and Learning". Dengan mengusung tema Belajar Bersama menjadi Da'i Milenial yang Istiqomah, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dan berlokasi di Aula Kantor MUI Kabupaten Sidoarjo. Sesuai dengan tema yang disebutkan maka kegiatan tersebut mengundang narasumber yang sudah aktif berdakwah dengan media digital, yakni Ust. H. M. Bukhori, LC., M.H.I yang merupakan Da'i muda milenial, pengasuh jam'iyah rutinan, serta pengajar dan youtuber dakwah, serta Ust. Kundaru Adi Sabara, M.Pd.I yang merupakan praktisi media, pengelola youtube SANTRI KITA, sekaligus direktur MEDIA KITA Pondok Pesantren Al-Amanah Junwangi, Krian-Sidoarjo. 


Jumlah peserta terbatas hanya berjumlah 90 orang yang merupakan utusan dan rekomendasi dari 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo melalui pengurus MUI di kecamatan masing-masing. Sebagian besar peserta yang hadir merupakan ustadz/ah yang sudah memiliki rutinan atau jamaah pengajian baik di tingkat desa, kecamatan, bahkan lintas kabupaten. 


Acara dibuka dengan sambutan dari KH. Nurcholis Misbah selaku Ketua Komisi Dakwah MUI Sidoarjo sekaligus Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amanah Junwangi, Krian-Sidoarjo. Beliau menyampaikan bahwa dasar kegiatan pada pagi hari tersebut merupakan upaya dan ikhtiar para pendakwah agar dapat mengikuti perkembangan zaman yang terus bergerak maju dan tentu menghiasi halaman-halaman sosial media dengan keindahan-keindahan dakwah khususnya oleh penda'i muda atau milenial. Abah Nur merupakan Kyai sepuh yang masih bersemangat mengabadikan kegiatan dakwah maupun kesehariannya melalui sosial media khususnya di kanal youtube dan tiktok, baik di akun pribadinya ataupun di akun resmi pondok pesantrennya. Pertama kali beliau membuktikan bahwa konten yang diunggah pada pukul 01.00 WIB (tengah malam) berhasil ditonton oleh lebih dari 50 viewer. Sangat disayangkan jika konten-konten yang terunggah dan menjadi FYP pada saat itu berisi tentang konten yang kurang memberi manfaat dan edukasi kepada penonton atau pengguna sosial media. Sehingga beliau sangat yakin bahwa penda'i zaman sekarang khususnya generasi milenial dapat memanfaatkan fasilitas sosial media sebagai salah satu sarana dakwah yang massive dan kreatif. 


Ketua umum MUI Sidoarjo, Dr. KH. Ahmad Muhammad juga turut hadir dan menyampaikan bahwa para peserta yang hadir harus mampu menjadi penda'i yang sesuai dengan zamannya. Sehingga hasil tindak lanjut dari pelatihan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan tujuan Komisi Dakwah MUI Sidoarjo. 


"Corona membawa berkah", yang pertama kali disampaikan oleh Narasumber I, Ust. Bukhori yang kemudian memiliki nama panggung Usbuk. Beliau mengawali dakwah secara digital sejal awal pandemi Covid-19. Tak dapat dipungkiri bahwa kondisi pada saat pandemi memaksa kita untuk terus berkreasi agar tetap produktif dengan bidang masing-masing. Usbuk memiliki channel youtube yang berisi tentang dakwah rutinan dan juga bebrapa pembelajaran tentang Agama Islam. Selain menjadi pendakwah, beliau juga pengajar di salah satu sekolah tingkat SMA. Sehingga platform sosial media sangat membantu dalam menyampaikan materi dakwah serta pembelajarannya sejak pandemi hingga sekarang. Beliau menyampaikan bahwa kita harus pandai dalam memanfaatkan kondisi menjadi berkah. Dengan bekal HP android, tripod dan mic wareless yang beliau gulungkan di botol air mineral kecil, Usbuk berhasil mendokumentasikan lebih sari 1000 video di akun Usbuk Channel, baik melalui unggahan atau live streaming. Beliau tidak menyangka bahwa sudah berhasil mengunggah video dakwah dengan jumlah yang banyak sehingga dapat dijadikan portofolio digital untuk beberapa tahun kemudian. Menjadi pendakwah tidak akan rumit jika bisa dilakukan dengan properti sederhana yang kita punya. Tak jarang beliau juga menyelipkan satu atau dua video yang berisi tentang pengalaman berlibur, bertadabbur dan menikmati wisata keindahan alam yang beliau dan keluarga kunjungi. Sehingga tidak monoton isi dari video yang ditampilkan berupa ceramah dan materi pengajaran. Bahkan beliau langsung mempraktekkan cara live streaming pada saat menyampaikan materi di Aula MUI Sidoarjo tersebut. Di akhir sesi Usbuk menunjukkan hasil live streaming yang baru saja ia lakukan kepada semua peserta pelatihan. 


Materi yang disampaikan oleh Ust. Bukhori kemudian disempunakan oleh Ust. Kundaru, salah satu praktisi media yang selalu mendampingi Abah Nur (Ketua Komisi Dakwah MUI SIdoarjo) kemanapun beliau pergi. Ust. Kundaru menyampaikan bagaimana pengaruh dari jumlah subscribe, like serta komentar dihalaman youtube. Sebagai konten kreator pemula sebaiknya tidak harus terlalu memikirkan komisi dari penggunaan kanal sosial media, yang penting terus berkarya dan memiliki progres secara kontinyu. Beliau memberi tips bagaimana menjadikan konten yang dapat menarik perhatian pengguna sosial media khususnya para milenial, yang sebagian besar kegiatannya menggunakan smartphone. Terlebih lagi jika kita dapat berkontribusi memberikan edukasi yang bermanfaat yang kemudian menjadi jariyah kita dikemudian hari. 


Kegiatan pelatihan ditutup dengan pembuatan akun youtube oleh masing-masing peserta yang didampingi oleh kedua narasumber. Para peserta juga mendapatkan arahan serta ruang diskusi secara terbuka melalui WhatsApp grup untuk pengoperasian kanal youtube sampai tahap live streaming dan publikasi. Tentu Komisi Dakwah MUI dan kedua narasumber mengharapkan kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat secara kontinyu serta menumbuhkan semangat kepada pendakwah muda serta milenial untuk terus berkarya dan mendedikasikan diri untuk membagikan keilmuannya baik secara offline maupun online. 

Narasumber dan peserta pelatihan Dakwah Milenial