Unstable chemicals from onion: Sesuatu yang tidak stabil pasti akan mencari kestabilan

Source pict: Library of Congress


Kenapa pada saat memotong bawang merah dapat membuat kamu menangis?

Sepertinya sudah sangat sering dialami oleh siapapun yang berinovasi dalam dapur. Bawang merah yang disakiti, kenapa kamu yang menangis? entahlahh, sulit dipahami.  


Ada yang menarik saat membaca halaman Library of Congress, Fun Science Facts from the Library. Semua yang rumit bisa kita temui dengan sangat ringan. Termasuk salah satu misteri "menangis karena bawang merah, atau karena dia?" uhuk. 

---------

Seperti bumbu dapur yang lain, bawang merah atau biasa disebut orang Jawa Timur sebagai brambang, tumbuh di dalam tanah dengan tangkai tandan bunga yang panjang. Tentunya, didalam tubuh bawang merah mengandung banyak sekali senyawa aktif yang sangat kaya akan manfaat baik dibidang kesehatan ataupun sebagai penyedap rasa pada makanan. Senyawa yang terkandung di dalam bawang merah sebagai agen efektif melawan pertumbuhan jamur dan bakteri; melindungi dari penyakit kanker perut, usus, dan kulit; memiliki kemampuan antiinflamasi, antidiabetik dan antialergenik. 


Salah satu kandungan bawang merah adalah asam amino sulfoksida. Senyawa asam tersebut sebagian besar terbentuk dari penyerapan asam sulfat di dalam tanah oleh bawang merah. Pada saat bawang merah terkupas, terpotong dan hancur, ia akan melepaskan enzim lychrymatory-factor-synthase dan bercampur dengan asam amino sulfoksida yang akan membentuk asam sulfenat. Namun secara kimiawi, senyawa tersebut tidak stabil dan akan melakukan penataan ulang dirinya untuk membentuk syn-propanethial-S-oxide, senyawa kimia yang memicu air mata. Rumus molekul senyawa tersebut ditentukan oleh W. Niegisch dan WH Stahl pada Tahun 1956. 


Nahh, senyawa syn-propanethial-S-oxide dapat berada di udara yang nantinya akan bersentuhan dengan mata kita dan merangsang kelenjar lakrimal (kelenjar air mata) untuk mencoba mengeluarkan senyawa kimia tersebut. Refleks yang terjadi merupakan salah satu upaya mata dalam menangkis senyawa kimia yang masuk dan mengakibatkan mata kita berair. Tidak hanya itu, senyawa kimia tersebut juga dapat mengembun dan membentuk tiosulfinat yang berbau tajam, seolah-olah bau itulah yang menyebabkan mata menangis. Hanya tuduhan palsu-


So, jika ingin tetap nyaman dalam memasak, bawang merah dapat dipanaskan terlebih dahulu sebelum dipotong untuk mengubah sifat enzim didalamnya, atau bahkan dapat memotong bawang merah di teras rumah yang berangin. Namun jangan salah, kenikmatan indrawi dan efek yang menyehatkan yang berasal dari aroma bawang merah adalah kenikmatan yang sangat luar biasa.. 


Meskipun bawang merah sering membuat kecewa, tentunya dia tidak akan tergantikan jika diiris tipis dan digoreng dengan minyak panas yang dapat digunakan sebagai penyedap rasa pada sup, bubur ayam dan soto, misalnyaa~ hehe


Jadi, kesimpulannya adalah unstable chemicals pada bawang merah lah yang menyebabkan mata kita menangis pada saat memotong dan menghancurkannya. Yah, sesuatu yang tidak stabil pasti akan mencari kestabilan agar dia bisa hidup tenang. Percayalah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar